Secara umum seni dibedakan menurut indra
penserapannya yaitu seni audio, seni visual, dan seni audio-visual.
Seni audio adalah
seni yang diserap melalui indra pendengaran. Misalnya : seni musik atau suara,
drama radio, puisi di radio dan lain-lain.
Seni visual adalah
seni yang diserap melalui indra penglihatan. Umumnya dikenal dengan sebutan
seni rupa.
Seni audio-visual adalah seni yang sekaligus diserap oleh indra
pendengaran dengan indra penglihatan. Misalnya : seni tari, drama/theater, film
dan lain-lain.
Disamping itu ada lagi seni lain yang tidak
ditekankan pada jenis indra penserapannya yaitu seni sastra. Yang termasuk
dalam seni sastra adalah seni yang berbentuk prosa seperti roman, novel,
cerpen, dan lain-lain. Dan seni yang berbentuk puisi seperti syair, pantun,
gurindam, dan puisi-puisi dalam bentuk bebas lainnya. Ciri umum dari prosa
adalah deskripsi keadaan atau imajinasi secara mendetail. Sedangkan ciri umum
dari puisi adalah ungkapan inti atau hakiki dari suatu pengalaman maupun
imajinasi estetis.
Untuk lebih mengenal perihal tentang
batasan-batasan dari masing-masing seni ini, dapat dikemukakan beberapa pengenalan
umum tentang aneka seni yang dimaksud diantaranya sebagai berikut :
1.
Seni Rupa
2.
Seni Musik
3.
Seni Tari
4.
Seni Drama/Theater
5.
Seni Sastra.
1. Seni Rupa
Seni rupa adalah suatu wujud karya manusia yang mengandung unsur keindahan.
Keindahannya diserap dengan indra penglihatan seperti : seni lukis, seni pahat,
seni patung, seni grafis, seni lingkungan (environmental art), seni
instalasi, seni pertunjukkan (performing art), seni peristiwa (happening
art) dan sebagainya. Rasa senang ditimbulkan karena adanya keterpaduan dari
unsur-unsur bentuk dari karya tersebut seperti aneka warnanya, selang-seling
garis, aneka bentuk bidang-bidangnya, kemiripan bentuk objek yang dilukiskannya
dengan lukisannya, aspek tematik yang diungkapkannya, keunikannya, teksturnya,
dan lain-lain. Sedangkan keindahan dalam pengertian sederhananya adalah sesuatu
yang memberikan rasa senang tanpa pamrih pada orang yang melihatnya. Kesenangan
yang ditimbulkannya muncul serta merta karena keindahan karya itu sendiri,
bukan karena ada kepentingan lain yang membuatnya merasa senang.
2. Seni Musik
Seni musik atau seni suara adalah seni yang diserap melalui indra pendengaran.
Rangkaian bunyi yang didengar dapat memberikan rasa senang dan rasa puas bagi
yang mendengarnya karena adanya keserasian susunan dari rangkaian tangga nada
bunyi-bunyi tersebut.
Secara garis besar ada dua jenis musik yaitu musik vokal dan musik
instrumental. Musik vokal adalah musik yang hanya mengandalkan suara manusia
saja, sedangkan musik instrumental adalah musik yang diperoleh dari memainkan
alat-alat musik.
3. Seni Tari
Seni tari adalah seni yang diserap melalui indra penglihatan. Tetapi
kekhususannya adalah keindahan yang dinikmati pada gerakan-gerakan tubuh, terutama
gerakan kaki dan tangan, dengan ritme-ritme teratur, biasanya mengikuti irama
musik. Seni tari juga tidak terlepas dari seni rupa karena gerak-gerak yang
diperlihatkan diserap dengan indra penglihatan.
4. Seni Drama/Theater
Seni drama/theater adalah seni peran atau lakon yang umumnya dimainkan di atas
panggung. Seni ini dinikmati sekaligus dengan indra penglihatan dan indra
pendengaran. Dalam ungkapan lain seni drama disebut juga dengan seni theater
(panggung). Secara umum merupakan gambaran sebuah peristiwa duniawi atau
imajinasi yang dihadirkan kembali diatas panggung. Keindahan seni drama
terletak pada ketepatan alur cerita yang diperankan oleh para pemain diatas
panggung.
Saini KM dalam bukunya peristiwa theater (1996), menuliskan seni theater adalah
seni dunia ambang, yaitu ambang untuk menoleh kepada yang indrawi dari
pengalaman sehari-hari dan menoleh juga kepada dunia nilai.
5. Seni Sastra
Seni sastra adalah seni yang dikemukakan melalui susunan rangkaian bahasa baik
lisan maupun tulisan yang dapat menimbulkan rasa senang tanpa pamrih bagi orang
yang membacanya. Secara garis besar seni sastra dapat dikelompokkan kedalam dua
kategori besar yaitu prosa dan puisi. Prosa adalah seni sastra yang berusaha
mendeskripsikan keadaan, keinginan, atau imajinasi secara mendetail. Sedangkan
puisi adalah seni yang cenderung menyederhanakan deskripsi dengan menangkap
inti permasalahan yang ingin diungkapkan.
Mengutip pendapat Alexander Smith (1835 : 366), Sutrisno (1999 : 132) dalam
bukunya Kisi-Kisi Estetika menulis : beda pokok antara prosa dan puisi. Prosa
adalah bahasa akal budi si seniman, sedangkan puisi adalah bahasa dari
perasaan. Dalam prosa seniman mengkomunikasikan pengertian akan hal-hal indrawi
atau pikiran, sedangkan dalam puisi seniman mengungkapkan bagaimana hal-hal itu
menerpa, menyentuh perasaan kita. Termasuk kedalam kategori prosa adalah karya
sastra yang berbentuk novel, cerita bersambung, cerita pendek, esai-esai yang
mengemukakan kritik dan pemikiran-pemikiran budaya. Sedangkan yang termasuk
dalam kategori puisi adalah pantun, syair, dan puisi-puisi lain dalam berbagai
bentuknya.
Sumber : Buku Wawasan Seni Oleh Drs. Dermawan Sembiring, M.Hum